Pemkab Kutai Timur Ikuti Evaluasi Wawancara Penilaian Kinerja Pemerintah Digital Tahun 2026

SANGATTA. Pemkab Kutai Timur Ikuti Evaluasi Wawancara Penilaian Kinerja Pemerintah Digital Tahun 2026 – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mengikuti tahapan wawancara evaluasi kinerja Pemerintah Digital Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) secara daring pada Selasa (22/9/2026).

 

Tahapan ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi nasional terhadap penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di tingkat daerah. Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Kutim memaparkan berbagai capaian, strategi penerapan, serta langkah penguatan transformasi digital yang berfokus pada tata kelola pemerintahan dan peningkatan mutu pelayanan publik.

 

Sesi wawancara dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur Noviari Noor, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim Ronny Bonar H. Siburian, serta perwakilan dari Bappeda, BKPSDM, dan Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Kabupaten Kutai Timur. Keterlibatan lintas sektor ini menegaskan bahwa penerapan pemerintahan digital membutuhkan kolaborasi solid antaperangkat daerah.

 

Di hadapan tim penilai KemenPAN-RB, jajaran Pemkab Kutim memaparkan sejumlah aspek krusial, mencakup tata kelola teknologi informasi, integrasi layanan, pengelolaan data terpadu, hingga efisiensi pelayanan masyarakat berbasis digital.

 

Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, menegaskan bahwa penerapan SPBE di Kabupaten Kutai Timur ditargetkan mampu memberikan dampak substansial bagi masyarakat dan efektivitas kerja birokrasi, bukan sekadar memenuhi indikator penilaian.

 

“Evaluasi ini menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana sistem digital yang dibangun dapat berjalan secara terintegrasi. Hal ini sekaligus mendorong konsistensi perangkat daerah dalam pemanfaatan teknologi, pengelolaan data, keamanan informasi, serta penyediaan layanan publik yang optimal,” ujar Ronny.

 

Melalui tahapan wawancara ini, Pemkab Kutim berharap hasil evaluasi dapat memberikan gambaran objektif atas capaian yang ada, sekaligus menjadi pijakan strategis untuk memperkuat transformasi digital yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel di masa mendatang.(adv)

https://imagetourls.com/id/v?u=https%3A%2F%2Fcdn.imagetourls.com%2Fuploads%2FtyImg%2F11oiawDW2.png

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *