Proyek Pelabuhan Kenyamukan Rp138 Miliar Memasuki Penandatanganan Kontrak, Pemkab Rampungkan Sengketa Lahan 

SANGATTA. Proyek Pelabuhan Kenyamukan Rp138 Miliar Memasuki Penandatanganan Kontrak, Pemkab Rampungkan Sengketa Lahan – Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memasuki babak baru. Setelah proses pengadaan rampung dengan nilai penawaran Rp138 miliar, proyek ini kini berada dalam tahap penyiapan jaminan pelaksanaan oleh pemenang tender.

 

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Masrianto Suriansyah, menyampaikan bahwa penandatanganan kontrak ditargetkan berlangsung pada pekan ini.

 

Guna memastikan proyek fisik berjalan tanpa hambatan, Pemkab Kutim bergerak cepat menyelesaikan persoalan klaim lahan di kawasan pelabuhan. Pemkab merencanakan pemanggilan pihak ahli waris pada Rabu untuk memperjelas posisi pemerintah terkait hak dan skema pembayaran yang sempat tertunda.

 

“Proses koordinasi memasuki tahap pemanggilan ahli waris untuk memperjelas posisi pemerintah. Persoalan tuntutan lahan ini ditangani langsung oleh perangkat daerah teknis terkait, bukan Dishub,” ujar Masrianto, Selasa (29/9/2026).

 

Selain persoalan lahan, keselamatan dan sterilisasi area pembangunan turut menjadi perhatian. Masrianto meminta masyarakat dan pelaku usaha mikro di sekitar lokasi untuk menyesuaikan diri dan mengosongkan jalur proyek demi kelancaran mobilisasi alat berat serta material.

 

Dari segi lini waktu, proyek dengan pagu anggaran awal Rp144 miliar ini ditargetkan tuntas maksimal pada Desember 2027. Karena kontrak dimulai pada akhir September 2026, periode Oktober hingga Desember 2026 akan difokuskan pada tahap persiapan, pengukuran (MC-0), dan mobilisasi. Pekerjaan fisik efektif akan dipacu mulai Januari 2027.

 

Mengingat waktu yang terbatas, Pemkab Kutim siap menerapkan strategi percepatan dengan menggandakan kapasitas kerja.

 

“Semua dikali dua. Jam kerja yang biasanya 7 jam per hari bisa ditingkatkan menjadi 14 jam. Ketersediaan material dan tenaga kerja (manpower) juga akan disesuaikan agar pembangunan selesai tepat waktu,” pungkasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *