Bupati Kutim Tegaskan Postur Rancangan KUA-PPAS Masih Dinamis dan Menunggu Dana Transfer Pusat
SANGATTA. Bupati Kutim Tegaskan Postur Rancangan KUA-PPAS Masih Dinamis dan Menunggu Dana Transfer Pusat — Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang saat ini tengah dibahas bersama DPRD masih bersifat sementara. Besaran angka maupun alokasi program dalam dokumen tersebut masih sangat berpeluang mengalami penyesuaian sebelum ditetapkan menjadi anggaran definitif.
Pernyataan tersebut disampaikan Ardiansyah usai menghadiri sesi koordinasi awal pembahasan KUA-PPAS dan Rancangan APBD Perubahan di Sangatta, Jumat (25/9/2026). Menurutnya, pendalaman secara rinci dan komprehensif baru akan dilakukan pada pembahasan lanjutan, termasuk saat penyampaian nota pengantar resmi yang dijadwalkan pada Senin (28/9/2026).
“KUA-PPAS ini sifatnya masih rancangan sementara. Mengenai kepastian angka akhirnya, kita lihat dinamika perkembangan ke depan,” ujar Ardiansyah kepada awak media.
Menantikan Tambahan Alokasi Dana Pusat
Salah satu variabel utama yang menjadi pertimbangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim dalam menyusun postur anggaran akhir adalah kepastian alokasi dana transfer dari pemerintah pusat yang diproyeksikan cair pada akhir September ini.
Ardiansyah berharap adanya tambahan dana transfer pusat tersebut untuk memperkuat ruang fiskal daerah dalam mendanai program-program pembangunan skala prioritas.
Mekanisme Penutupan Defisit Anggaran
Guna mengantisipasi potensi perubahan postur fiskal, Pemkab Kutim telah menyiapkan skema tata kelola keuangan yang akuntabel. Ardiansyah memastikan bahwa jika terjadi defisit anggaran pada pos-pos belanja tertentu, penutupannya akan dioptimalkan melalui penerimaan pembiayaan yang sah sesuai regulasi akuntansi pemerintah.
“Dari sisi akuntansi sudah disiapkan mekanismenya. Jika terjadi defisit, penutupannya akan ditutupi melalui pendapatan pembiayaan yang sah,” jelasnya.
Legislatif dan eksekutif dijadwalkan melanjutkan pembahasan intensif pekan depan. Penyampaian nota pengantar pada hari Senin mendatang diharapkan dapat memberikan gambaran utuh arah kebijakan fiskal Kutai Timur, baik dari pendapatan asli daerah (PAD) maupun dana perimbangan pusat. (adv)
