Dinkes Kutim Fokus Realisasikan 5 Program Unggulan Bupati di Sektor Kesehatan

SANGATTA. Dinkes Kutim Fokus Realisasikan 5 Program Unggulan Bupati di Sektor Kesehatan — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memfokuskan pelaksanaan lima program unggulan Bupati di sektor kesehatan yang masuk dalam 50 program prioritas pembangunan daerah. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan mutu serta memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke kawasan terpencil.

 

Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menyampaikan bahwa meskipun program rutin dari Kementerian Kesehatan tetap berjalan, pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada lima pilar prioritas daerah tersebut.

 

“Dari 50 program prioritas Bupati, ada lima yang menjadi fokus utama Dinas Kesehatan. Ini menjadi program yang kami prioritaskan pelaksanaannya di seluruh wilayah Kutai Timur,” ujar Yuwana saat diwawancarai wartawan di Sangatta, Senin (14/10/2026).

 

Program prioritas pertama berfokus pada pemberian bantuan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui bimbingan teknis serta pelatihan secara berkesinambungan. Upaya ini ditujukan untuk memperkuat daya saing pelayanan di puskesmas maupun rumah sakit.

 

Program kedua menyasar pembangunan dan perbaikan sarana serta prasarana kesehatan guna menunjang operasional fasilitas medis secara optimal.

 

Program ketiga mengonsentrasikan percepatan penurunan angka stunting melalui pemberian makanan bergizi, minum susu gratis, dan program Pelayanan Terpadu dan Serentak untuk Menuntaskan Stunting (Pentassuting).

 

“Stunting juga dipengaruhi pola pengasuhan anak, kebersihan, sanitasi, dan perilaku hidup sehat. Karena itu seluruh pemangku kepentingan kami libatkan agar target penurunan stunting hingga 14 persen bisa tercapai,” jelas Yuwana.

 

Program keempat memastikan perlindungan jaminan kesehatan warga melalui skema Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan. Yuwana menegaskan seluruh warga Kutim telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Pemkab Kutim juga mengalihkan pembiayaan peserta PBI daerah yang sebelumnya ditanggung pemerintah provinsi ke APBD Kabupaten agar jaminan tetap aktif.

 

Program kelima menghadirkan layanan dokter keliling melalui Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) untuk mempermudah akses medis masyarakat desa dan kawasan terpencil. Program ini menerjunkan dokter spesialis secara bergiliran ke kecamatan sesuai dengan pemetaan penyakit terbanyak.

 

Layanan PKB dijadwalkan menyasar Kecamatan Batu Ampar dalam waktu dekat, lalu berlanjut ke Karangan, Sandaran, Busang, Teluk Lingga, dan Teluk Pandan. Selain itu, Dinkes Kutim bekerja sama dengan organisasi profesi dan yayasan Doctor Share untuk menghadirkan rumah sakit kapal bagi warga pedalaman seperti di Muara Bengkal dan Muara Ancalong. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *