Target Beroperasi 2029, Pemkab Kutim Siapkan SDM Kesehatan RS Muara Wahau Tipe D

SANGATTA. Target Beroperasi 2029, Pemkab Kutim Siapkan SDM Kesehatan RS Muara Wahau Tipe D — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melangkah ke tahap krusial dalam pembangunan Rumah Sakit (RS) Muara Wahau Tipe D. Selain mematangkan fisik bangunan dan fasilitas pendukung, pemerintah daerah mulai menyiapkan ketersediaan dokter serta tenaga kesehatan (nakes) agar rumah sakit beroperasi optimal saat resmi dibuka.

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menyampaikan bahwa pemenuhan SDM menjadi aspek vital yang disiapkan beriringan dengan konstruksi fisik. Kebutuhan tenaga medis di RS Muara Wahau diproyeksikan cukup besar, terutama untuk mengisi unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan pelayanan rawat inap.

 

“Untuk kebutuhan dokter di sana cukup besar, salah satunya di pelayanan Instalasi Gawat Darurat dan rawat inap,” ujar Yuwana saat ditemui di Kantor Bupati Kutim, Sangatta, Senin (14/9/2026).

 

Selain dokter umum, Dinkes Kutim tengah memetakan kebutuhan dokter spesialis, perawat, bidan, hingga tenaga pemeliharaan sarana kesehatan. Penyesuaian jenis nakes ini mengacu pada standar pelayanan rumah sakit tipe D agar siap melayani masyarakat di kawasan Kutim bagian utara.

 

Kehadiran RS Muara Wahau memiliki posisi strategis untuk memangkas jarak tempuh warga dalam mendapatkan layanan medis dasar maupun spesialis. Selama ini, masyarakat setempat sering kali harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota atau daerah lain untuk memperoleh perawatan medis lanjutan.

 

“Dengan adanya rumah sakit ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Samarinda atau Balikpapan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, cukup di Muara Wahau,” jelas Yuwana.

 

RS Muara Wahau dirancang tidak hanya untuk melayani warga lokal, tetapi juga menjadi pusat rujukan bagi kecamatan-kecamatan di sekitarnya.

 

Dinkes Kutim terus mengawal seluruh tahapan operasional, mulai dari konstruksi gedung, pengadaan sarana dan prasarana, hingga pemenuhan formasi nakes. Langkah ini ditargetkan tuntas agar RS Muara Wahau siap beroperasi penuh pada 2029 mendatang guna mewujudkan pemerataan akses kesehatan di Kutai Timur.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *