Antisipasi Dampak Polusi Udara, Sekolah di Kutai Timur Kembali Gelar Pembelajaran Jarak Jauh
SANGATTA. Antisipasi Dampak Polusi Udara, Sekolah di Kutai Timur Kembali Gelar Pembelajaran Jarak Jauh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai Senin (5/10/2026). Kebijakan ini diambil menyusul memburuknya kualitas udara di wilayah Kutim selama tiga hari terakhir yang berpotensi membahayakan kesehatan peserta didik.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyatakan pengalihan sistem pembelajaran dari ruang kelas ke rumah ini bertujuan mengurangi paparan polusi udara pada siswa dan tenaga pendidik.
“Sehubungan dengan data Dinas Kesehatan terkait kualitas udara yang selama tiga hari terakhir semakin memburuk dan membahayakan kesehatan, maka terhitung sejak Senin, 5 Oktober 2026, kembali diberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sampai dengan pemberitahuan selanjutnya,” ujar Mulyono melalui keterangan tertulis.
Mulyono menambahkan, surat edaran resmi terbit pada hari yang sama agar seluruh satuan pendidikan di Kutai Timur segera menyesuaikan metode pembelajaran. Pihak sekolah diminta mengoptimalkan pembelajaran daring, sementara para orang tua diimbau mendampingi anak selama belajar di rumah serta membatasi aktivitas di luar ruangan.
Kebijakan PJJ ini berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan. Disdikbud Kutim terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memantau perkembangan kualitas udara sebagai acuan evaluasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka kembali.(adv)
