Dinkes Kutim Dorong Sinergi Fasyankes Sukseskan 5 Program Prioritas Kesehatan Daerah

SANGATTA. Dinkes Kutim Dorong Sinergi Fasyankes Sukseskan 5 Program Prioritas Kesehatan Daerah — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memperkuat kualitas pelayanan dan penataan sistem rujukan kesehatan daerah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan dan Penguatan Jejaring Rujukan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan kesehatan se-Kabupaten Kutim.

 

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, tersebut dihadiri pimpinan rumah sakit, puskesmas, dan klinik se-Kutim. Forum ini turut menghadirkan perwakilan Dinkes Provinsi Kalimantan Timur, dr. Ika Gladis dan Latifah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kutim Herman Prayudi, serta perwakilan organisasi profesi kesehatan.

 

Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kutim, Siti Fatimah, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang menjamin hak masyarakat atas layanan kesehatan aman, bermutu, dan terjangkau.

 

“Dalam upaya meningkatkan akses dan mutu pelayanan, kita mengembangkan penataan sistem rujukan nasional berbasis kompetensi. Kepatuhan terhadap indikator nasional dan pelaporan insiden keselamatan pasien menjadi tolok ukur utama bagi rumah sakit, puskesmas, maupun klinik,” kata Siti Fatimah.

 

Dalam arahannya, Kepala Dinkes Kutim dr. Yuwana Sri Kurniawati menekankan pentingnya sinergi antarfasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk mendukung visi pembangunan daerah di sektor kesehatan. Ia menyoroti transformasi sistem kelas rumah sakit yang kini berbasis kompetensi mencakup 24 jenis pelayanan dan kesesuaian standar alat kesehatan.

 

Selain penataan rujukan, Yuwana mengajak fasyankes pemerintah maupun swasta untuk mendukung lima program prioritas kesehatan Bupati Kutai Timur.

 

“Program tersebut mencakup penyediaan tenaga kesehatan, pendidikan dan peningkatan insentif, pembangunan serta perbaikan sarana kesehatan, kampanye gizi melalui gerakan minum susu dan makan buah, hingga percepatan penurunan angka stunting,” ujar Yuwana.

 

Terkait efektivitas penanganan tengkes, Yuwana menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menyukseskan program Pelayanan Terpadu dan Serentak untuk Menuntaskan Stunting (Pentassuting).

 

Melalui kolaborasi intensif bersama BPJS Kesehatan dan seluruh jejaring fasyankes, Pemkab Kutim menargetkan mekanisme rujukan dari tingkat pertama hingga lanjutan dapat berjalan lebih terintegrasi, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version