Dinkes Kutim Imbau Warga Waspadai Lonjakan ISPA dan DBD di Masa Pancaroba
SANGATTA. Dinkes Kutim Imbau Warga Waspadai Lonjakan ISPA dan DBD di Masa Pancaroba — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) seiring masuknya periode peralihan musim atau pancaroba.
Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, mengungkapkan bahwa kasus ISPA saat ini menjadi salah satu penyakit yang paling mendominasi di wilayahnya. Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh cuaca kemarau yang dibarengi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Sementara ini yang dominan memang ISPA. Namun, memasuki musim hujan nanti, yang perlu diwaspadai adalah DBD dan diare,” ujar Yuwana saat dihubungi melalui saluran telepon, Senin (28/9/2026).
Yuwana menjelaskan, transisi dari musim kemarau ke musim hujan berpotensi memunculkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti pembawa virus DBD, sekaligus meningkatkan risiko penyebaran penyakit saluran pencernaan seperti diare.
Menghadapi dinamika penyakit akibat perubahan iklim ini, Dinkes Kutim memprioritaskan upaya promotif dan preventif (pencegahan) di tengah masyarakat. Selain itu, pemantauan perkembangan kasus di seluruh wilayah Kutim terus dilakukan secara rinci melalui pencatatan harian dan mingguan.
Langkah pendataan tersebut dihimpun secara intensif oleh Seksi Surveilans bersama tim penanggung jawab program terkait untuk memastikan intervensi dan penanganan cepat di lapangan jika terjadi lonjakan kasus. (adv)
