Disdikbud Kutim Akselerasi Target KLA Melalui Penguatan PAUD Ramah Anak dan Holistik Integratif

SANGATTA. Disdikbud Kutim Akselerasi Target KLA Melalui Penguatan PAUD Ramah Anak dan Holistik Integratif — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus mempercepat pencapaian status Kabupaten Layak Anak (KLA). Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mengoptimalkan implementasi Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) se-Kabupaten Kutai Timur.

 

Kepala Seksi Kurikulum PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Chairani Agustina, menjelaskan bahwa lembaga PAUD memiliki peran mendasar dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, inklusif, serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan.

 

“Bimtek ini penting untuk menyatukan persepsi sekaligus meningkatkan kapasitas pendidik PAUD di Kutim. Para pendidik dibekali instrumen praktis terkait pelayanan perlindungan anak dan penanganan deteksi dini, termasuk pencegahan tengkes (stunting),” ujar Chairani.

 

Pendekatan Holistik Integratif dan Pelibatan Kemenbasmen

 

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, memaparkan bahwa konsep PAUD HI menitikberatkan pada penanganan anak usia dini (0–6 tahun) secara menyeluruh dan terpadu.

 

• Holistik: Memenuhi kebutuhan esensial anak secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, hingga emosional.

• Integratif: Memadukan layanan pemenuhan hak anak secara lintas sektor dengan melibatkan dinas serta instansi terkait.

 

Untuk memperkuat pemahaman teknis para peserta, Disdikbud Kutim menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal PAUD dan PNF, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemenbasmen RI).

 

Pelibatan narasumber tingkat pusat ini diharapkan mampu memberikan pemahaman komprehensif bagi para pendidik PAUD di lapangan guna mendukung percepatan pembentukan SRA dan KLA di Kabupaten Kutai Timur.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *