Disdikbud Kutim Terbitkan Edaran Pembelajaran Parsial: PTM Dimulai, Tiga Kecamatan Masih PJJ
SANGATTA. Disdikbud Kutim Terbitkan Edaran Pembelajaran Parsial: PTM Dimulai, Tiga Kecamatan Masih PJJ – Aktivitas pendidikan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menyesuaikan dengan dinamika kualitas udara lokal. Mulai Selasa (29/9/2026), mayoritas satuan pendidikan di Kutim kembali menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Namun, kebijakan PTM ini belum berlaku menyeluruh di seluruh wilayah.
Kecamatan Bengalon, Busang, dan Muara Wahau diputuskan tetap melanjutkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pengecualian tersebut ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), berdasarkan hasil rekomendasi dan pengukuran kualitas udara oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa parameter utama penentuan skema belajar mengajar adalah faktor keselamatan dan kesehatan para siswa serta tenaga pendidik.
“Surat edaran dikeluarkan berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara oleh Dinas Kesehatan. Dari data tersebut, seluruh sekolah dapat melaksanakan pertemuan tatap muka mulai besok, kecuali di tiga kecamatan,” terang Mulyono, Senin (28/9/2026).
Mulyono menjelaskan, kebijakan pembelajaran di Kutim dirancang secara fleksibel dan dinamis. PJJ di Bengalon, Busang, dan Muara Wahau bersifat sementara dan dapat segera dialihkan ke PTM apabila pemantauan kualitas udara berikutnya menunjukkan tren aman.
“Untuk tiga kecamatan, kondisinya memang belum memungkinkan untuk tatap muka, jadi masih dilakukan PJJ. Kami terus berkoordinasi dengan Dinkes. Kalau nanti kondisinya membaik, tentu akan ada surat susulan,” tambahnya.
Melalui surat edaran terbaru yang diterbitkan Disdikbud Kutim, seluruh satuan pendidikan diimbau menjadikan acuan tersebut sebagai pedoman operasional sekolah. Pemerintah daerah berharap kondisi lingkungan di seluruh kecamatan segera pulih agar aktivitas pembelajaran tatap muka dapat kembali diselenggarakan secara penuh di seluruh wilayah Kutai Timur. (adv)
