Libatkan Generasi Muda dan Teknologi, Kutai Timur Rancang Pelestarian Budaya Berbasis Ekonomi Kreatif

SANGATTA. Libatkan Generasi Muda dan Teknologi, Kutai Timur Rancang Pelestarian Budaya Berbasis Ekonomi Kreatif — Pelestarian kebudayaan lokal di Kutai Timur (Kutim) dipastikan tidak lagi berjalan dengan cara-cara konvensional. Pemerintah Daerah berupaya merangkul generasi muda serta memanfaatkan teknologi digital dan ekonomi kreatif sebagai ruang baru penanaman nilai-nilai tradisi.

 

Gagasan tersebut mengemuka dalam acara Rembuk Budaya dan Pemaparan Dokumen Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang berlangsung di Gedung Serba Guna, Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Selasa (6/10/2026).

 

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham, menyatakan bahwa keberlanjutan budaya sangat bergantung pada keterlibatan anak muda. Menurutnya, pemuda tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan zaman.

 

“Yang paling penting adalah bagaimana budaya ini bisa dikenal dan diteruskan anak-anak muda. Budaya tidak akan bertahan jika hanya disimpan dalam dokumen,” kata Ilham.

 

Ia mendorong pemanfaatan media sosial, musik, film, desain, dan platforms digital sebagai sarana mengenalkan identitas lokal tanpa menghilangkan nilai utamanya.

 

Selain itu, pendataan budaya melalui PPKD ini disiapkan untuk mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Potensi budaya di desa-desa akan dipetakan untuk memperkuat karakter destinasi wisata sekaligus membangkitkan ekonomi warga lokal.

 

Meski demikian, Pemkab Kutim memberi catatan tegas agar pemanfaatan budaya untuk pariwisata tetap memiliki batasan yang jelas. Kebudayaan tidak boleh dieksploitasi semata-mata sebagai komoditas, melainkan harus tetap menjaga harkat, martabat, dan nilai sejarah masyarakat pemiliknya.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *