Satlantas Polres Kutai Timur, Dalami Kecelakaan Maut di Teluk Pandan

 

 

SANGATTA. Satlantas Polres Kutai Timur, Dalami Kecelakaan Maut di Teluk Pandan – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan truk tangki terjadi di Jalan Poros Bontang–Sangatta, RT 08, Desa Kandolo, Teluk Pandan, (Kutim) Kamis (16/7) sekitar pukul 08.10 Wita. Seorang pengendara motor meninggal dunia usai menjalani perawatan di rumah sakit.

 

Korban diketahui bernama EP (21), warga Samarinda. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda CRF. Sementara truk tangki dikemudikan pria berinisial MI (21), warga Kecamatan Bengalon.

 

Kasat Lantas Polres Kutai Timur AKP Rezky Nur Meihendra menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, truk tangki melaju dari arah Sangatta menuju Bontang. Saat tiba di lokasi yang merupakan jalan menurun, menikung, dan bergelombang, sepeda motor yang datang dari arah berlawanan diduga kehilangan kendali.

 

“Pengendara sepeda motor diduga kehilangan kendali saat melintas di jalan menikung dan bergelombang. Kendaraan kemudian terjatuh ke sisi kanan jalan, terseret hingga masuk ke jalur berlawanan dan membentur bagian depan truk tangki,” ujarnya.

 

Akibat benturan tersebut, tubuh korban masuk ke kolong truk. Korban mengalami luka berat, di antaranya kaki kanan putus serta luka lecet pada kedua tangan. Korban sempat dievakuasi dalam kondisi masih bernapas ke RSUD Taman Husada Bontang. Namun, nyawanya tidak tertolong saat menjalani perawatan.

 

Rezky mengatakan petugas dari Polsek Teluk Pandan bersama Unit Gakkum Satlantas Polres Kutim telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, meminta keterangan saksi, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kecelakaan.

 

“Saat ini kasus masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Kutai Timur. Kami juga telah mengamankan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk melengkapi proses penyelidikan,” katanya.

 

Sementara itu, Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama saat melintasi ruas jalan yang menikung, menurun, maupun bergelombang.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat berkendara, terutama di jalan menikung dan menurun. Kurangi kecepatan, jaga konsentrasi, dan patuhi aturan lalu lintas karena keselamatan harus menjadi prioritas utama,” kata AKBP Aryansyah.

 

Ia meminta pengendara selalu menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan kondisi jalan, menjaga konsentrasi, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum bepergian. Menurutnya, kewaspadaan menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat berakibat fatal.

Exit mobile version