Tekan Kasus TBC di Daerah Terpencil, Pemkab Kutim Gulirkan Tiga Layanan Kesehatan Sekaligus

KARANGAN. Tekan Kasus TBC di Daerah Terpencil, Pemkab Kutim Gulirkan Tiga Layanan Kesehatan Sekaligus — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan BLUD Puskesmas Karangan memanjakan warga pedalaman dengan menggelar program pelayanan kesehatan terpadu di Kantor Desa Karangan Dalam, Sabtu (3/10/2026).

Program “jemput bola” ini mengintegrasikan tiga agenda sekaligus secara gratis, yakni Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) untuk wilayah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DPTK), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta penelusuran (tracing) kasus Tuberkulosis (TBC).

Tak tanggung-tanggung, Pemkab Kutim memboyong langsung tim medis lintas disiplin ilmu, termasuk tiga dokter spesialis dari RSUD Sangkulirang, untuk memberikan layanan rujukan di tempat.

Ketiga dokter spesialis tersebut meliputi dr. Andi Muldiani (Spesialis Obstetri & Ginekologi) untuk pemeriksaan USG dan kesehatan kandungan, dr. Irham Khairi (Spesialis Penyakit Dalam) untuk penanganan diabetes melitus, hipertensi, dan kasus rujukan, serta dr. Andi Muldiana (Spesialis Anak) untuk konsultasi tumbuh kembang anak balita hingga usia sekolah.

Tingginya antusiasme masyarakat tampak dari proses pendaftaran warga yang telah bergulir sejak 29 September hingga 2 Oktober 2026. Suksesnya gelaran ini turut disokong oleh TP-PKK Kutim, Pemerintah Kecamatan Karangan, serta konsorsium perusahaan swasta, di antaranya PT Indexim Coalindo, PT Ganda Alam Makmur, PT Teladan Prima Agro, dan DSN Group.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) dirancang khusus untuk memotong jarak akses medis bagi masyarakat di delapan kecamatan terpencil yang jauh dari rumah sakit.

“Karangan menjadi lokasi ketiga pelaksanaan PKB setelah Sandaran dan Batu Ampar. Selanjutnya, program ini akan menyasar Kecamatan Busang, Telen, Muara Ancalong, hingga Long Mesangat,” terang dr. Yuwana.

Di samping mendekatkan layanan dokter spesialis, penanganan ancaman TBC juga menjadi fokus utama dalam agenda ini. dr. Yuwana mengingatkan bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia untuk kasus TBC, dengan angka kematian nasional menyentuh 125.000 jiwa per tahun atau rata-rata 340 jiwa per hari.

Guna menekan angka penderita, Pemkab Kutim terus mendorong pembentukan wilayah tanggap penyakit menular di tingkat tapak.

“Kutai Timur saat ini telah menyumbangkan 15 Desa Siaga TBC dari total 46 desa di Kalimantan Timur. Kami berharap Desa Karangan Dalam dan Kecamatan Karangan dapat segera menyusul untuk membentuk Desa Siaga TBC,” pungkasnya.(adv)

https://imagetourls.com/id/v?u=https%3A%2F%2Fcdn.imagetourls.com%2Fuploads%2FtyImg%2F11oiawDW2.png

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *