Tingkatkan Kesiapsiagaan Siber, Diskominfo Staper Kutim Rampungkan Bimtek KUTIM-CSIRT
SANGATTA. Tingkatkan Kesiapsiagaan Siber, Diskominfo Staper Kutim Rampungkan Bimtek KUTIM-CSIRT — Seiring meluasnya pemanfaatan layanan digital di lingkup pemerintahan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber. Langkah ini ditempuh melalui peningkatan kapasitas anggota Computer Security Incident Response Team (KUTIM-CSIRT) guna memastikan penanganan insiden digital berjalan cepat, terukur, dan akuntabel.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Prosedur Penanganan Insiden Siber bagi Anggota KUTIM-CSIRT yang resmi ditutup oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, di Hotel Royal Victoria, Sangatta, Kamis (10/9/2026).
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta dari sembilan Perangkat Daerah (PD) dibekali delapan sesi materi mendalam. Pembahasan mencakup metodologi penanganan insiden, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga simulasi mitigasi ancaman siber seperti phishing dan web defacement.
Dalam pengarahannya, Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, menegaskan bahwa pemahaman teknis yang diperoleh harus dijadikan pedoman utama dalam merespons potensi gangguan keamanan digital.
“Pemahaman teknis ini harus menjadi fondasi yang kuat. Keamanan siber yang andal sangat krusial, terlebih saat ini kita telah meluncurkan portal Terpadu Digital Kutai Timur untuk menyatukan dan mengoptimalkan berbagai layanan publik,” tegas Ronny.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas tidak hanya berfokus pada keahlian teknis individu, tetapi juga pada kerapian koordinasi, mekanisme pelaporan, dan dokumentasi penanganan secara sistematis.
Salah seorang peserta Bimtek, Yuvanda Ramadhani, mengapresiasi materi menyeluruh yang disajikan dari hulu ke hilir—mulai dari tahap identifikasi, analisis, respons cepat, pemulihan, hingga evaluasi pascainsiden.
“Materi yang diberikan sangat terarah. Kami mendapatkan gambaran jelas mengenai manajemen prosedur penanganan insiden siber. Koordinasi antaranggota serta dokumentasi yang baik menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak serangan,” ujar Pranata Komputer Ahli Pertama tersebut.
Melalui Bimtek ini, KUTIM-CSIRT diharapkan tidak hanya reaktif saat terjadi serangan, tetapi juga proaktif dalam membangun sistem pencegahan serta benteng pertahanan siber yang andal di lingkungan Pemkab Kutai Timur.(adv)
