SANGATTA. 134 Pelajar Kutim Ikuti Seleksi Paskibraka 2026, Bupati Tekankan Pentingnya Persiapan Mental dan Fisik – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) secara resmi membuka seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 di Aula Hotel Five Style Kutai Permai, Selasa (7/4/2026) malam. Acara pembukaan ini dihadiri oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Kaltim Syarifuddin Noor, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, tim penilai, tim medis, para pelatih, serta ratusan peserta seleksi.
Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya dan Agama Badan Kesbangpol Kutim, Hapiah, dalam laporannya menyampaikan bahwa seleksi telah dimulai sejak Januari 2026 dengan pembentukan tim dan sosialisasi ke seluruh kecamatan. Tercatat 204 pendaftar dari berbagai wilayah di Kutim, dan setelah seleksi administrasi pada 23 Februari – 6 Maret 2026, 187 peserta (135 putra dan 52 putri) dinyatakan memenuhi syarat.
Peserta kemudian mengikuti tes wawasan kebangsaan (TWK) dan tes intelegensi umum (TIU) pada 12–13 Maret 2026, yang meloloskan 134 peserta (85 putra dan 49 putri) untuk mengikuti seleksi fisik mulai 7 hingga 10 April.
“Seluruh peserta yang hadir hari ini telah melewati proses penyaringan awal secara daring, mulai dari pendaftaran hingga TWK. Dari hasil seleksi tersebut, terjaring 134 peserta yang berhak mengikuti seleksi fisik,” jelas Hapiah.
Seleksi fisik menggunakan sistem gugur di setiap tahapan, diawali dengan pemeriksaan kesehatan awal. Enam peserta dinyatakan gugur karena mengundurkan diri, kecelakaan, atau tidak memenuhi standar kesehatan, terutama pada pemeriksaan penglihatan.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam sambutannya saat membuka seleksi Paskibraka 2026 menekankan pentingnya persiapan mental, fisik, dan disiplin bagi seluruh peserta.
“Saya berpesan kepada kalian sebagai calon putra-putri terbaik daerah yang nantinya akan terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten, agar senantiasa mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa untuk menjadi Paskibraka, peserta harus mampu bersaing secara sehat, memiliki ketahanan fisik prima, postur tubuh yang sesuai, serta moralitas yang baik.
Ardiansyah menegaskan bahwa Paskibraka memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda sebagai bagian dari estafet kepemimpinan bangsa dan ketahanan nasional.
“Menjadi Paskibraka bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari proses pembinaan dan penempaan diri. Dari sini akan lahir purna Paskibraka yang tangguh dan berkarakter,” ungkapnya.
Seleksi ini diharapkan dapat menghasilkan generasi muda Kutim yang unggul secara fisik, memiliki wawasan kebangsaan, integritas, dan visi ke depan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.












