Sangatta. Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Pendidikan Al-Qur’an di Kutim, Dukung Generasi Hafidz Lewat Beasiswa – Di era digital yang serba cepat dan penuh tantangan, pendidikan berbasis Al-Qur’an kembali menegaskan posisinya sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda Kutai Timur (Kutim). Lebih dari sekadar ajaran agama, pendidikan Al-Qur’an dinilai krusial dalam menumbuhkan adab, kedisiplinan, serta daya saing untuk menghadapi kompleksitas dunia modern.
Penegasan ini terwujud nyata melalui kegiatan Khatmul Quran dan Imtihan ke-14 yang diselenggarakan oleh SDIT Daarussalaam Sangatta, bertempat di Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Kutai Timur, pada Sabtu (9/5/2026).
Suasana khidmat memenuhi aula acara, di mana lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun merdu. Ratusan orang tua menyaksikan dengan penuh kebanggaan momen penting bagi putra-putri mereka dalam perjalanan pendidikan Al-Qur’an. Sebanyak 227 siswa mengikuti prosesi khataman dan imtihan yang mencakup berbagai kategori pembelajaran. Mulai dari Tartil (membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar), Turjuman (pemahaman makna ayat), hingga Tahfizh (hafalan Al-Qur’an) yang meliputi Juz 1 hingga Juz 16, serta Juz 29 dan 30.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya menanamkan kecintaan terhadap kitab suci sejak dini, sebuah langkah yang semakin relevan di tengah arus digitalisasi dan transformasi sosial yang memengaruhi generasi muda.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang turut hadir, memberikan apresiasi mendalam kepada SDIT Daarussalaam dan Yayasan Pembina Muslim Daarussalaam atas konsistensi mereka dalam membina generasi Qurani di Kutai Timur. “Anak-anak yang hari ini khatam Al-Qur’an adalah investasi besar daerah dan bangsa. Mereka bukan hanya sedang belajar membaca ayat suci, tetapi juga sedang membangun akhlak, karakter, dan masa depan umat,” ujar Bupati Ardiansyah.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap pendidikan keagamaan, termasuk bagi para penghafal Al-Qur’an. Bentuk dukungan konkret diwujudkan melalui program 1.000 beasiswa bagi siswa penghafal Al-Qur’an, yang merupakan salah satu dari 50 program unggulan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. “Program ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk mendukung lahirnya generasi Qurani. Kami ingin anak-anak Kutim tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” tegasnya.
Di sela acara, Bupati Ardiansyah Sulaiman juga secara simbolis menyerahkan hadiah dan apresiasi kepada sejumlah santri berprestasi, khususnya bagi yang berhasil melanjutkan hafalan Al-Qur’an. Momen ini disambut antusias oleh siswa dan orang tua, serta menjadi pemantik semangat bagi para santri untuk terus memperdalam hafalan dan kedekatan mereka dengan Al-Qur’an.
Mitha Ferdina, salah seorang orang tua murid, mengungkapkan rasa bangga dan haru atas pencapaian para siswa. “Ini suatu kebanggaan bukan hanya bagi anak dan keluarga, tapi juga umat Islam secara keseluruhan. Terima kasih kepada Yayasan Pembina Muslim Daarussalaam, ustaz dan ustazah atas bimbingan, dedikasi, dan kesabaran dalam mendidik anak-anak,” tuturnya. Ia juga berpesan agar para siswa terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, mengingat pencapaian ini adalah amanah yang harus dirawat sepanjang hayat.
Dalam kesempatan yang sama, penghargaan juga diberikan kepada siswa berprestasi, salah satunya Muhammad Bilal Al Ghifary, yang meraih nilai terbaik dalam ujian Munaqosyah Tahfidz Juz 30 dengan metode Ummi. Bilal mengaku bersyukur dan bertekad untuk melanjutkan perjuangannya menghafal Al-Qur’an. “Saya senang dan bersyukur bisa mendapatkan nilai terbaik. Terima kasih kepada orang tua dan guru yang selalu mendukung saya untuk terus menghafal Al-Qur’an,” ujarnya singkat.
Kegiatan Khatmul Quran dan Imtihan ke-14 ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan yang berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an terus bertumbuh subur di masyarakat Kutim. Acara ini tidak hanya mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memadukan kecerdasan intelektual dengan keluhuran budi – sebuah bekal penting untuk menapaki masa depan yang berakhlak dan bermartabat.
