Kisah Inspiratif Ponpes Al-Madinah Darul Hijrah Sangatta Rayakan Milad ke-3

Sangatta. Kisah Inspiratif Ponpes Al-Madinah Darul Hijrah Sangatta Rayakan Milad ke-3 – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Madinah Darul Hijrah, yang berlokasi di Kampung Singa Geweh, menggelar perayaan Milad ke-3 pada Sabtu (9/5/2026) malam. Acara yang penuh makna ini dihadiri oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, Pengasuh Ponpes Al-Fatah Temboro KH Ubaidillah Ahror, serta sejumlah tokoh alim ulama dan perwakilan pondok pesantren dari wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

 

Dalam sambutannya, Pimpinan Ponpes Al-Madinah Darul Hijrah, Ustaz Muhammad Munir Abdillah, mengisahkan perjalanan inspiratif pendirian pesantren yang berawal dari diskusi sederhana mengenai pentingnya ilmu agama sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat. Gagasan ini muncul sekitar tiga hingga empat tahun lalu, berkat inisiatif bersama pembina yayasan, Muhammad Fitra Fernanda.

 

“Beliau bertanya bagaimana caranya mendekatkan diri kepada Allah. Saya jawab dengan thariqah ilmu. Kalau orang tidak punya ilmu, tidak akan bisa dekat dengan Allah. Akhirnya kami sepakat membuat pondok pesantren,” jelas Ustaz Munir.

 

Ia menceritakan, pada masa awal pendirian, lokasi pesantren masih berupa kawasan yang gelap dan sepi. Tantangan terbesar adalah mencari masyarakat yang bersedia belajar agama di tempat tersebut. Namun, secara perlahan, kegiatan mengaji mulai berkembang, bahkan melibatkan para pegawai di lingkungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Kini, sekitar 120 orang tercatat mengikuti pembelajaran iqra, amaliah keagamaan, serta berbagai pelatihan praktis seperti tata cara memotong kuku, memotong ayam, hingga pelatihan mengurus jenazah.

 

Ustaz Munir berharap, kehadiran KH Ubaidillah Ahror dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro dapat membawa keberkahan dan doa yang mendalam bagi perkembangan pesantren di Kutai Timur.

 

Sementara itu, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengapresiasi pesatnya perkembangan pondok pesantren di Sangatta. Beliau menekankan peran vital santri dan lembaga pendidikan agama dalam menjaga tatanan sosial masyarakat. “Tidak ada yang paling dikhawatirkan kepala daerah apabila daerah yang dipimpinnya kacau dan banyak maksiat. Mudah-mudahan dengan hadirnya santri di mana-mana memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Bupati Ardiansyah.

 

Bupati juga memberikan penghargaan khusus kepada Muhammad Fitra Fernanda atas kontribusinya yang dinilai telah meninggalkan amal jariyah melalui pembangunan pesantren. “Beliau menitip sebuah karya yang insyaallah pahalanya tidak akan berhenti, karena digunakan orang untuk menuntut ilmu,” ucapnya.

 

Lebih lanjut, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan harapan agar Kota Sangatta dan Kutai Timur senantiasa dilimpahi keberkahan dari kehadiran para ulama dan santri. “Berkah itu bertambahnya kebaikan. Mudah-mudahan Kota Sangatta mendapat keberkahan dari Allah SWT,” tutupnya.

Exit mobile version