Pemkab Kutim Tegaskan Komitmen Terhadap 50 Program Unggulan Hingga 2028

kaltimcyber.com. Pemkab Kutim Tegaskan Komitmen Terhadap 50 Program Unggulan Hingga 2028 – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menegaskan komitmennya untuk merealisasikan 50 program unggulan daerah hingga tahun 2028, meskipun Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 memerlukan penyesuaian dan efisiensi anggaran. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, usai menghadiri Rapat Paripurna ke-X DPRD Kutim di Ruang Sidang DPRD. Jumat, (31/10/2025).

Dalam rapat tersebut, Pemkab Kutim mempersembahkan Nota Pengantar Rancangan KUA-PPAS 2026, dengan proyeksi total pendapatan sekitar Rp 4,86 triliun dan belanja sekitar Rp 4,84 triliun. “Meskipun angka ini merupakan rancangan awal yang masih terbuka untuk penyesuaian, kami berkomitmen untuk memastikan program-program unggulan tetap berjalan,” ujar Mahyunadi.

Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai potensi pengurangan anggaran, Mahyunadi menjelaskan bahwa tantangan anggaran yang ada tidak akan menghambat pencapaian 50 program pembangunan. “Program tetap berjalan, meski bobotnya mungkin perlu disesuaikan. Yang penting adalah semua misi tercapai,” tegasnya.

Wakil Bupati juga menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran. “Efisiensi bukan berarti pemangkasan, tetapi mengefektifkan penggunaan anggaran. Kami akan mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial dan fokus pada anggaran yang mendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan infrastruktur,” jelasnya.

Program-program yang memiliki target kuantitatif yang jelas, seperti pembangunan seribu unit rumah layak huni dan pengembangan lahan pertanian seluas 100 ribu hektare, akan tetap menjadi prioritas. “Kami akan terus mengejar target-target ini dengan dukungan dan bantuan keuangan non-APBD,” tambahnya.

Mahyunadi juga memastikan bahwa program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti pemberian seragam gratis, akan tetap dipertahankan. Namun, untuk program yang memerlukan modal besar, seperti bantuan Rp 250 juta per RT, Pemkab akan menyesuaikan berdasarkan kondisi keuangan daerah ke depannya.

“Jika anggaran daerah tidak memungkinkan, penyesuaian akan terjadi di berbagai pos belanja, termasuk belanja operasional internal,” ungkapnya, menekankan bahwa penurunan anggaran akan berdampak pada belanja pegawai dan tunjangan profesi pegawai (TPP).

Meskipun ada tantangan, pembangunan infrastruktur tetap menjadi fokus utama Pemkab Kutim. Proyek besar seperti pembangunan Jalan Sangatta-Rantau Pulung akan terus berlanjut melalui skema proyek multiyears. “Kami berkomitmen untuk memastikan semua program, termasuk 50 program unggulan, selesai sesuai rencana pada tahun 2028,” tutup Mahyunadi, memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa visi dan misi pemerintahannya akan terwujud.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemkab Kutim menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan beradaptasi demi kesejahteraan masyarakat, meskipun dalam kondisi anggaran yang menantang.(adv/05).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *