Ribuan Jemaah di Kutim Gelar Salat Istisqa Antisipasi Kemarau Panjang 

SANGATTA. Ribuan Jemaah di Kutim Gelar Salat Istisqa Antisipasi Kemarau Panjang — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kutim menggelar Salat Istisqa berjemaah di Lapangan Kantor Bupati Kutai Timur, Rabu (9/9/2026) pagi.

 

Kegiatan ibadah ini diikuti ribuan jemaah dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), unsur TNI-Polri, pegawai instansi vertikal, tokoh agama, hingga para siswa sekolah. Salat berjemaah yang dilanjutkan dengan doa bersama lintas tokoh agama tersebut digelar sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah ancaman kemarau panjang di wilayah Kutim.

 

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, mewakili Bupati Kutim mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi musim kering ekstrem. Mengacu pada catatan historis wilayah Kutim yang pernah mengalami kemarau panjang pada 1997 dan periode 2014–2015, ia menekankan pentingnya antisipasi sejak dini. Menurutnya, gerimis yang sempat turun di beberapa titik belakangan ini belum menjadi penanda pasti pergantian musim.

 

“Kalau kita melihat siklusnya, berarti antara 14 sampai 15 tahun. Tahun 2007 dan 2015 pemerintah tidak menginisiasi (Salat Istisqa) secara berjemaah, sehingga kemaraunya semakin panjang,” ujar Mahyunadi.

 

Melalui kegiatan ini, Pemkab Kutim mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan perenungan, memperbanyak istigfar, dan memperkuat kebersamaan. Selain langkah praktis dan kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca, ikhtiar spiritual ini diharapkan dapat menghindarkan Kutai Timur dari dampak kekeringan yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *