Sekolah Rakyat Segera Hadir di Kutim, Pemkab Siapkan Lahan dan Infrastruktur Pendukung

SANGATTA. Sekolah Rakyat Segera Hadir di Kutim, Pemkab Siapkan Lahan dan Infrastruktur Pendukung – Sebidang lahan seluas delapan hektare di kawasan Simono, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), diproyeksikan menjadi ruang harapan baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program Sekolah Rakyat yang digagas Pemerintah Pusat, yang bertujuan mengatasi keterbatasan pendidikan bagi generasi muda, mulai menemukan pijakan konkret di daerah ini.

Pemkab Kutim menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung realisasi program tersebut. Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, memastikan lahan yang disiapkan telah tersedia dan sedang dipersiapkan agar dapat segera dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas pendidikan.

“Kami siap. Lahannya sudah ada, sekitar 8 hektare di Simono. Sekarang kita juga siapkan pematangan lahannya supaya bisa segera dibangun,” ujar Mahyunadi.

Ia menambahkan, pemerintah daerah tengah menuntaskan aspek legalitas lahan agar seluruh proses pembangunan berjalan tanpa hambatan hukum di kemudian hari. Status lahan akan segera ditingkatkan agar memiliki kepastian administratif yang kuat.

“Ini penting supaya secara hukum aman dan tidak jadi masalah ke depan,” tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyunadi setelah mendampingi kunjungan tim dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan pada Senin (6/4/2026). Kunjungan itu menjadi bagian dari tahapan verifikasi kesiapan daerah sebelum proyek pendidikan tersebut direalisasikan. Dari hasil peninjauan awal, tim pusat menilai kawasan yang disiapkan secara umum telah memenuhi persyaratan dasar, terutama dari sisi luasan lahan.

Ryan Randu Perdana Lubis dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR RI mengatakan dimensi lahan yang disediakan sudah memadai untuk mendukung pembangunan kompleks sekolah.

“Kalau dari dimensinya, ini sudah cukup dan sesuai. Tinggal beberapa hal yang perlu dibenahi,” ujarnya.

Meski demikian, menurut Ryan, terdapat sejumlah prasyarat mendasar yang perlu diprioritaskan agar sekolah tersebut kelak dapat beroperasi secara optimal. Hal paling krusial adalah kesiapan infrastruktur dasar yang menopang aktivitas pendidikan.

“Yang paling penting sekarang itu akses jalan, listrik, dan air bersih. Itu yang harus diprioritaskan supaya nanti sekolah ini bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai model pendidikan terpadu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Lembaga pendidikan ini tidak hanya menyediakan pembelajaran formal, tetapi juga sistem asrama yang memungkinkan peserta didik menjalani proses pembinaan secara menyeluruh.

Konsepnya mencakup jenjang pendidikan lengkap, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan. Dengan sistem berasrama, para siswa tidak hanya mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pembinaan karakter dan pendampingan kehidupan sehari-hari dalam lingkungan pendidikan yang terstruktur.

Seluruh pembiayaan pendidikan dalam program ini, termasuk fasilitas tempat tinggal di asrama, akan ditanggung oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Bagi banyak keluarga prasejahtera, kehadiran Sekolah Rakyat dipandang sebagai pintu pembuka yang selama ini terasa jauh dari jangkauan. Program tersebut diharapkan menjadi ikhtiar negara untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak dalam menapaki tangga pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *